TURIS dan wisatawan di Filipina ternyata menyebabkan
risiko kelangkaan primata di negara ini, menurut konservasionis seperti
dikutip dari Dailymail, Selasa (13/12/2011).
Primata
yang disebut adalah hewan malam tarsius Filipina, yang merupakan daya
tarik unik para wisatawan. turis-turis ini berusaha sedekat mungkin
dengan hewan kecil ini untuk mengabadikannya di kamera.
Namun
tarsius adalah hewan pemalu. primata terkecil di dunia ini sangat
sensitif terhadap sinar matahari, suara dan kontak manusia.
Kontak
dengan manusia dapat menyebabkan stress dan depresi tinggi terhadap
hewan ini dan memicu mereka untuk menabrakkan kepala mereka ke pohon
berulang kali dan seringnya hingga hewan ini mati.
"Turis-turis
ini mendekati tarsius di kala siang, saat waktu tidur mereka dan membuat
suara-suara berisik, serta memotret mereka dengan menggunakan flash
kamera. Tarsius ini menjadi stress dan memicu mereka untuk bunuh diri,"
tutur Konservasionis Filipina, Carlito Pizarras.
Tarsius dapat
ditemukan di Filipina, Brunei, Indonesia dan Malaysia, namun populasi
hewan ini di negara-negara tersebut semakin menurun, karena perburuan
dan perusakan habitat alami mereka.
Pemerintah Filipina
menyatakan bahwa Tarsius adalah spesies spesial yang dilindungi pada
tahun 1997 namun kini hewan ini hanya tersisa jumlahnya ratusan saja di
alam liar.
Kebanyakan dari primata ini hidup di Hutan Suaka
Tarsius Filipina di Pulau Bohol yang memiliki luas 163 hektare dan
merupakan destinasi wisata terpopuler Filipina.
Joannie Mary
Cabillo, Manajer Program Hutan Suaka Tarsius ini menyatakan, Tarsius
merupakan 'bintang' di Filipina namun hal tersebut malah membuat hewan
ini menderita.
"Pemerintah memang berusaha melindungi tapi itu
belum cukup. Kita sudah punya hukum untuk melindungi hewan ini namun
sayangnya tidak ada sanksi yang diberikan," lanjut Joannie.
Theresa
Mundita Lim, Direktur biro Alam dan area yang dilindungi Departemen
lingkungan dan sumber daya alam Filipina menyatakan, wisata Tarsius ini
merupakan dilema, dan banyak yang harus dilakukan untuk melindungi hewan
lucu ini.
"Kita masih bisa melakukan banyak hal untuk mengatasi
hal ini, dengan pendidikan dan pengawasan yang lebih ketat. "Harus ada
pemonitoran yang lebih ketat terhadap Tarsius ini, terutama pada turis,"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar